Hay, hello blogy.
Malem ini gue pingin ngeblog, tapi gue senin ukk dan gue belum belajar sama
sekali. Berhubung gue senin ukknya kimia, jepang, sama sosio dan gue gamau
belajar kimia, pusing sama jepang, jadi gue memutuskan untuk belajar sosio.
Tapi kan gue pingin ngeblog, tapi gue kan belum belajar jugaa. Akhirnya gue
memutuskan blogging sambil belajar. Yaps, keputusan yang bagus bukan? Prok prok
prok. Cekidot ini dia pelajaran sosio buat gue ukk.
Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian
a.
Sosialisasi
1.
Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi adalah proses belajar individu
untuk mengenal dan menghayati nilai2 dan norma2 sosial sehingga terjadi
pembentukan sikap untuk berprilaku sesuai dengan tuntukan masyarakat
2.
Fungsi dan Tujuan Sosialisasi
a.
Memudahkan individu berfungsi dengan baik dalam
masyarakatnya
b.
Membangun sebuah kepribadian yang sesuai dengan
nilai dan norma
c.
Mengetahui nilai2 dan norma2 yang berlaku di
dalam masyarakat
d.
Untuk mengetahui lingkungan social budaya suatu
masyarakat
e.
Untuk mengetahui lingkungan social dan
lingkungan alam sekitar
3.
Indikasi Keberhasilan Sosial
a.
Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan social
maupun fisik
b.
Terintegrasi secara kuat dengan masyarakat
setempat dalam setiap aktivitas yang ditandai dengan keakraban dan persaudaraan
di antara individu dengan warga masyarakat yang lain
c.
Memiliki banyak teman atau relasi usaha yang
akan membawa ketenteraman dalam pergaulan serta keberhasilan dalam karier dan
usaha
4.
Jenis Sosialisasi
-
Sosialisasi Primer
Sosialisasi yang dimulai yang paling pertama dialami oleh seseorang.
Biasa terjadi di dalam lingkungan keluarga
-
Sosialisai Sekunder
Adalah tahap lanjutan setelah sosialisasi primer. Dalam tahap ini dikenal
proses desosialisasi, yaitu proses pencabutan identitas diri yang lama
dilanjutkan dengan resosialisasi, yaitu identitas baru yang didapat melalui
institusi social.
5.
Tahap-Tahap Sosialisasi
1.
Masa anak-anak
2.
Masa remaja
3.
Masa dewasa
6.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Sosialisasi
1.
Factor Intrisik
-
IQ
-
Bakat
-
Postur tubuh
-
Gol. Darah
2.
Factor Ekstrisik
-
Kondisi lingkungan pendidikan
-
Kondisi lingkungan pekerjaan
-
Kondisi lingkungan masyarakat luas
-
Kondisi lingkungan keluarga
-
Kondisi lingkungan masyarakat setempat
-
Kondisi lingkungan pergaulan
7.
Media Sosialisasi
1.
Keluarga
Keluarga adalah media sosialisai paling awal dan satuan social terkecil
di masyarakat.
Fungsi utama keluarga:
1.
Pendidikan
2.
Ekonomi
3.
Sosialisasi
4.
Pengawasan social
5.
Reproduksi
6.
Penghubung kerabat
Dalam lingkungan keluarga kita
mengenal dua macam pola sosialisai yaitu:
-
Sosialisasi partisipasif, yaitu mengutamakan
partisipasi anak (mendukung)
-
Sosialisasi represif, mengutamakan adanya
ketaatan anak pada orangtua (menghukum)
2.
Lingkungan Sekolah
Proses sosialisasi pada media sekolah akan berfungsi sebagai berikut:
a)
Meningkatkan pengetahuan
b)
Mengembangkan ketrampilan2 khusus
c)
Mengembangkan bakat yang sudah dimiliki
d)
Mengembangkan sikap percaya diri dan tanggung
jawab
3.
Teman Sepermainan
Peranan positif kelompok bermain bagi perkembangan anak, antara lain:
a)
Perkembangan kemandirian anak akan tumbuh dengan
baik dalam kelompok sepermainan
b)
Anak dapat peluang untuk menumbuhkembangkan
berbagai keterampilan social yang berguna bagi kehidupannya kelak
c)
Biasanya mendorong anak untuk bersikap lebih
dewasa
d)
Memupuk rasa solidaritas dan kesetiakawanan
4.
Lingkungan Kerja
Didalam lingkungan kerja, seseorang akan bertemu dengan orang lain yang
memiliki sifat2 yang berbeda. Itu menyebabkan seseorang untuk belajar dalam
menyikapi orang lain.
5.
Media Massa
Melalui media massa, seseorang individu akan mendapatkan banyak
pengetahuan dan pengalaman mengenai bagaimana peran yang harus dilakukan dalam
mengemban tugasnya.
Media massa semestinya mempunyai fungsi penting sebagai berikut:
a)
Fungsi edukasi
b)
Fungsi informasi
c)
Fungsi hiburan
d)
Fungsi komunikasi
b.
Kepribadian
1.
Pengertian Kepribadian
a)
Koentjaraningrat,
menyebut kepribadian sebagai susunan dari unsur2 akal dan jiwa yang menentukan
tingkah laku atau tindakan seorang individu.
b)
Theodero
M. Newcomb, menyatakan kepribadian merupakan organisasi sikap yang dimiliki
seseorang sebagai latar belakang dari perilakunya.
c)
Roucek dan
Warren mendefinisikan kepribadian
sebagai faktor2 biologis, psikologi, dan sosiologis yang mendasari prilaku
seseorang
2.
Komponen Pokok Kepribadian
-
Cipta
Cipta merupakan bagian yang bersifat abstrak. Cipta menjadi suatu
penalaran yang diperoleh berdasarkan pengalaman.
-
Rasa
Rasa merupakan pusat dari indra perasa. Bagian ini berfungsi sebagai
pengukur dan pengendali perilaku manusia.
-
Karsa
Karsa merupakan pusat dari kehendak dan nafsu seseorang.
3.
Faktor Pembentuk Kepribadian
a)
Factor pembawaan (warisan biologis)
b)
Factor lingkungan fisik
c)
Factor kebudayaan
d)
Factor pengalaman kelompok
e)
Factor pengalaman unik
4.
Tahap Perkembangan Kepribadian sebagai Hasil
Proses Sosialisasi
a)
Fase Pertama
Fase pertama terjadi di lingkungan keluarga. Charles H. Cooley mengatakan
bahwa perkembangan kepribadian seseorang dimulaipada usia 1-3 tahun, ditandai dengan
ia sudah dapat mengenal dirinya sendiri.
b)
Fase Kedua
Sering disebut dengan masa bermain. Fase ini adalah fase penyempurnaan
atau perkembangan faktor 2 warisan biologis. Fase ini sangat efektif untuk
membentuk dan mengembangkan bakat2 seseorang.
c)
Fase Ketiga
Fase ini ditandai dengan stabilnya perilaku individu. Pada fase ini
individu mengalami suatu perkembangan yang relative tetap.
5.
Tipe Kepribadian
a)
Kepribadian normative
Kepribadian ini mempunyai attitude yang bagus. Cenderung untuk mematuhi
segala norma yang ada.
b)
Kepribadian Perbatasan
Kepribadian ini cenderung labil. Sikap yang dibentuknya tidak pasti dan
sewaktu2 dapat berubah. Seseorang dikatakan memiliki kepribadian perbatasan
apabila memiliki dualism budaya karena proses perkawinan atau karena mereka
harus mengabdi pada dua budaya yang tidak sama.
c)
Kepribadian Otoriter
d)
Trjadi apabila lingkungan social individu
mrnempatkan dirinya diatas, yaitu di posisi yang selalu memimpin orang2
disekitarnya. Kepribadian ini cenderung bersifat egois, kurang bisa menerima
pendapat orang lain dan sering menganggap remeh orang disekitarnya.
Perilaku menyimpang dan Sikap Antisosial
A.
Pengertian Perilaku Menyimpang dan Sikap Antisosial
è
James Van der Zanden
Perilaku yang sejumlah orang dianggap sebagai hal tercela/diluar
toleransi
è
Bruce J. Cohen
Perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak2
masyaratat
è
Robert M. Z. Lawang
Tindakan menyimpang dari norma2 yang berlaku
B.
Sifat dan Bentuk Perilaku penyimpangan
1.
Sifat- sifat penyimpangan
a)
Penyimpangan positif
b)
Penyimpangan negative
2.
Bentuk-bentuk perilaku menyimpang
-
Penyimpangan primer (sementara)
-
Penyimpangan sekunder (berulang kali)
-
Penyimpangan individual
-
Penyimpangan kelompok
-
Penyimpangan situasional (pengaruh)
-
Penyimpangan sistematik
C.
Teori-Teori Penyimpangan
1.
Teori anomi
Menurut Robert K. Merton, anomi terjadi karena keridakharmonisannya antara
tujuna budaya dengan cara2 mencapai tujuan budaya tersebut.
2.
Teori reaksi masyarat
Menurut Edwin M. Lemerd menyebutkan bahwa seseorang yang telah mengalami
penyimpangan primer, akan berlangsung ke sekunder dengan alasan “kepalang
tanggung”
3.
Teori konfik
a)
Teori konfik budaya
Teori nkonflik budaya terjadi dikarenakan tidak mau menerimanya budaya
lain didalam suatu kemasyarakatan.
b)
Teori konflik kelas social
Para penganut teori ini menganggap bahwa perilaku menimpang timbul akabat
perbedaan2 antarkelas social di masyarakat
4.
Teori Biologis
Menurut teori ini, sebagian perilaku menyimpang disebabkan oleh keadaan
fisik seseorang
5.
Teori Psikologi
Hampir sama dengan teori biologis, hanya saja dalam teori ini seseorang
melakukan penyimpangan dikarenakan gangguan mental
6.
Teori Sosialisasi
Intinya bahwa perilaku menyimpang timbul akibat adanya gangguan
penghayatan sosialisasi nilai2 dan norma masyarakat
7.
Teori Differential Association
Penyimpangan terjadi dikarenakan mempelajari sebuah budaya yang berbeda
8.
Teori Pengendalian
Para penganut teori percaya bahwa dalam suatu masyarakat terdapat
kesepatan yang dapat dilaksanakan bersama-sama
D.
Factor Pembentuk dan Penyebab Perilaku
Menyimpang
1.
Factor Pembentuk PErilaku Menyimpang
a)
Keluarga
b)
Kelompok bermain
c)
Media massa
2.
Factor Penyebab Perilaku Menyimpang
a)
Kegagalan dalam proses sosialisasi
b)
Ketidaksanggupan menyerap norma social
c)
Proses belajar yang menyimpang
d)
Ketegangan antara kebudayaan dan struktur social
e)
Ikatan social yang berlainan
f)
Proses sosialisasi nilai2 subkebudayaan
menyimpang
g)
Sikap mental yang tidak sehat
h)
Dorongan kebutuhan ekonomi
i)
Pelampiasan rasa kecewa
j)
Keinginan untuk dipuji
E.
Beberapa Praktik Perilaku menyimpang
1.
Kenakalan remaja
2.
Kejahatan
3.
Penyalahgunaan narkotika dan alkoholisme
4.
Hubungan seks diluar nikah dan penyimpangan
seksual
5.
Sadisme
F.
Pengendalian Sosial
1. Jenis Pengendalian
Sosial
a.
pengendalian sosial formal
pelaksanaan
pengendalian sosial formal ini dilakukan oleh lembaga-lembaga formal yang ada
di masyarakat. antara lain, lembaga kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan.
b.
pengendalian sosial nonformal
c. pengendalian ini
dilakukan oleh para pemuka masyarakat yang mempunyai pengaruh besar dalam
kehidupan bermasyarakat.
2. Sifat Pengendalian
Sosial
a.
pengendalian sosial preventif
usaha yang
dilakukan untuk mencegah agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan.biasanya
dilakukan dengan memberi nasihat-nasihat.
b. pengendalian sosial represif
pengendalian
sosial ini dilakukan untuk memulihkan keadaan setelah terjadi penyimpangan agar
keadaan dapat kembali normal.
c.
pengendalian sosial persuasive
pengendalian
sosial yang dilakukan untuk meyakinkan dengan cara mengajak, membimbing,
memberi pengarahan, mengalihkan perhatian, dan sebagai.
d. pengendalian sosial
koersif
dilakukan
dengan paksaan dan kekerasan fisik, seperti menangkap, menahan, dan
mengucilkan. ini merupakan cara terakhir dalam tindak pengendalian sosial.
3. Cara Pengendalian
Sosial
a.
gossip
gosip
adalah sebuah berita yang belum jelas kebenarannya. namun, jika seseorang sudah
mulai terkena gosip akan lebih berhati-hati untuk bersikap.
b. Teguran
adalah
sebuah bentuk peringatan terhadap seseorang yang melakukan kesalahan.
diharapkan, jika seseorang sudah mendapatkan teguran agar tidak melakukan
kesalahannya lagi.
c. Ejekan
ejekan
adalah olok-olok bagi orang yang melakukan penyimpangan.
d. Celaan
celaan
sering diekspresikan dengan ucapan, protes, atau kritik terbuka yang langsung
pada aeseorang yang melakukan penyimpangan.
e.
pengucilan
dengan
dilakukannya pengucilan, diharapkan orang tersebut mengintropeksi diri dan
memperbaiki kesalahannya agar dapat diterima kembali di masyarakat.
f.
Pendidikan
pendidikan
formal maupun nonformal merupakan salah satu pengendalian sosial dasar untuk
mengajarkan kita berbuat baik.
g. Agama
agama
merupakan sarana pengendalian sosial yang palung efektif. karena, didalam agama
apapun, ia selalu mengajarkan kebaikann.
h. Hukuman
i.
hukuman merupakan sanksi yang paling tegas pada para pelanggar
peraturan.
Yaps itulah ringkasan dari materi sosio yang akan diujikan
saat ukk nanti. Dikit? Wahaha silahkan dilihat dibuku sebenarnya seberapa
banyak materinya. Sebenernya gua ngisi pelajaran sosio juga karena gue merasa
blog gue begitu random, begitu nyampah, jadi ada baiknya gue memberi wejangan
yang berguna. Sekian dari saya, salam olahraga! (?)